Sebut Hanya Penganiayaan Biasa, Polisi Bantah Ada Penodongan Pistol di Kafe Omah Londo

oleh -0 views
Kafe Omah Londo di Jalan Brigjen Katamso Purworejo
Kafe Omah Londo di Jalan Brigjen Katamso Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Beberapa waktu yang lalu di Purworejo dihebohkan dengan berita pengeroyokan dan penodongan senjata api oleh seorang oknum yang belum diketahui identitasnya. Namun kabar tersebut dibantah oleh Polres Purworejo.

Dalam berita sebelumnya pada Minggu (28/11/2020) dinihari, Andri Budiyanto (29), Warga RT 06 RW 05 Kelurahan Baledono, Ngentak, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menjadi korban dengan mengalami luka di bagian tubuh akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata. Andri pun telah mengadukan hal tersebut ke Polsek Kota Purworejo.

Baca: https://www.purworejo24.com/2020/11/29/dianiaya-dan-ditodong-senjata-api-di-kafe-warga-baledono-lapor-polisi/

Kepada wartawan, Andri menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat dirinya bersama istri, serta temannya mampir di sebuah kafe di Purworejo. Disana korban melihat sejumlah orang yang ia kenal sebelumnya, sedang berduduk santai. Tanpa disangka, saat korban menghampirinya, orang tersebut justru mendorong dan memukul korban.

“Saya dari acara ulang tahun temen mampir ke tempat Kafe itu, saya datang saya salaman sama temen-temen, disitu ada Mbak Endah sama Anom, saya salaman, tahu-tahu saya didorong sama Anom, karena didorong saya mbales dorongan, akhirnya Anom memukul saya, ada temen (teman Anom-red) dari dalem keluar megangin saya dan ada yang menodongkan senjata api ke kepala saya,” katanya beberapa waktu yang lalu.

Iptu Komariyah, Kasubbag Humas Polres Purworejo
Iptu Komariyah, Kasubbag Humas Polres Purworejo

Saat ditemui sejumlah wartawan, Iptu Komariyah, Kasubbag Humas Polres Purworejo menjelaskan, bahwa benar terjadi keributan di salah satu kafe di Purworejo namun setelah diadakan penyelidikan tidak ditemukan bukti penggunaan senjata api pada peristiaa tersebut. Pihaknya telah memanggil beberapa saksi terkait keributan tersebut.

“Memang benar ada kejadian tersebut, setelah Kasat Reskrim melakukan penyelidikan, tidak ada yang mengarah namanya senjata api,” ujar Iptu Komariyah, Senin (30/11/2020)

Iptu Komariyah menyebut, setidaknya 10 orang telah dipanggil Polres Purworejo untuk dimintai keterangan dalam kejadian tersebut. Sepuluh orang tersebut terdiri dari satu orang pelapor dan sembilan orang saksi yang berada di lokasi kejadian saat itu. Dari pemeriksaan polisi, sembilan orang saksi dilaporkan tidak melihat penodongan pistol yang dilakukan.

Ipti Komariyah mengaku, dari penyelidikan petugas dilapangan, belum berhasil terungkap apa motif dibalik keributan tersebut. Pihaknya saat ini juga akan mendalami CCTV yang ada di lokasi kejadian.

“Masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (P24-Bayu)