Stok Darah PMI Minim, Jangan Takut Berdonor Saat Pandemi

oleh -0 views
Seorang pendonor sedang melakukan donor darah di kantor PMI
Seorang pendonor sedang melakukan donor darah di kantor PMI

PURWOREJO, purworejo24.com – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo kerap minim akibat pandemi Covid-19, sedangkan kebutuhan darah masih tetap sama seperti hari-hari biasanya. PMI terus berupaya mengajak kepada masyarakat untuk mendonorkan darahnya meski dalam situasi pandemi.

Dari data yang dimiliki PMI per Rabu (18/11) pagi, minimnya stok cukup terlihat. Ketersediaan darah golongan A hanya 8 kantong, golongan B sebanyak 30 kantong, golongan AB ada 28 kantong, dan golongan O ada 20 kantong. Riyadi, staf pelayanan donor darah PMI Kabupaten Purworejo, saat di konfirmasi menyebut ada 2 sumber utama pasokan darah di PMI, yakni pendonor yang aktif mendatangi PMI dan mobile unit atau pendonor serta kelompok-kelompok yang didatangi PMI. Sejak adanya pandemi, jumlah pendonor aktif hanya sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhan.

“Persentase yang lebih besar itu dari kelompok atau donor yang kita datangi,” sebutnya, Rabu (18/11/2020)

Menurut Riyadi, kebutuhan darah rata-rata pada kondisi normal sekitar 700-800 kantong per bulan. Jumlah itu untuk menyuplai permintaan bank darah yang ada di RSUD Dr Tjitrowardojo, RS Palang Biru, dan sejumlah rumah sakit lain.

“Perkiraan kita, kebutuhan darah ke depan masih tetap sama, bahkan mungkin malah bisa naik ya,” lanjutnya.

Guna menyikapi kondisi saat ini, PMI telah melakukan mengaktifkan mobile unit. Bagi masyarakat yang ingin berdonor tetapi tidak memungkinkan datang ke PMI, ada layanan jemput bola.

“Jadi sebisa mungkin kita akan aktif jemput bola, tapi bagi yang masih memungkinkan kesini itu sangat membantu kami. Setiap hari kita terus bergerak. Seperti tadi pagi di kantor PGRI, hasilnya lumayan banyak, dapat sekitar 90 kantong darah,” ungkapnya.

Selain itu, PMI juga mengaktifkan broadcast atau pesan ajakan berdonor melalui Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah (Simudda) bagi pendonor terdata.

“Sejak broadcast melalui WA kita aktifkan memang ada penambahan jumlah pendonor yang datang ke PMI,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan dan Sosial (Yankesos) PMI Purworejo, Haryo Setyoko, menjelaskan bahwa PMI juga menggencarkan sosialisasi bahwa donor tidak berisiko tertular Covid-19. Pasalnya, ada protokol khusus yang diterapkan, seperti pembersihan rutin ruangan donor menggunakan disinfektan serta adanya APD khusus petugas.

“Pemeriksaan awal juga lebih selektif, antara lain dengan adanya deteksi awal Covid-19. Jadi jangan atau takut khawatir, berdonor tetap aman,” jelasnya.

Lebih lanjut Haryo menginformasikan sejumlah syarat donor darah bagi calon pendonor yang belum pernah. Beberapa di antaranya yakni kondisi fisik harus sehat jasmani maupun rohani, berusia 17-60 tahun, dan berat badan minimal 45 kilogram. Kemudian saat dicek suhu tubuh 36,6 sampai 37,5 derajat Celcius, tekanan darah harus berada di angka 100-160 untuk sistolik dan 70-100 untuk diastolik.

“Saat pemeriksaan, denyut nadi harus sekitar 50-100 kali per menit. Kadar hemoglobin minimal 12 gr/dl untuk wanita, dan minimal 12,5 gr/dl untuk pria,” pungkasnya. (P24-Bayu)