Puluhan Sopir Angkot Geruduk DPRD Purworejo

oleh -0 views
Puluhan sopir Angkot jalur A datangi Gedung DPRD Purworejo. (11/11/2020)
Puluhan sopir Angkot jalur A datangi Gedung DPRD Purworejo. (11/11/2020)

PURWOREJO, purworejo24.com – Puluhan sopir angkutan kota Jalur A trayek Kutoarjo – Purworejo mendatangi gedung DPRD Purworejo Rabu (11/11/2020). Mereka kembali menegaskan tuntutannya dihadapan anggota dewan kabupaten Purworejo, setelah tuntutan sebelumnya yang disampaikan di Dinas Perhubungan belum juga terpenuhi.

Para supir angkutan ini kesal akibat tuntutannya yang disampaikan pada tanggal 23 oktober lalu terkait Bus Trans Jateng belum direspon para pihak terkait. Para sopir angkutan ini membawa armada mereka menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Purworejo.

Perwakilan para sopir Suprihadi menjelaskan ada beberapa point yang menjadi fokus tuntutan mereka diantaranya adalah Bus Trans Jateng jangan dilewatkan kota namun harus dilewatkan Ring Road Utara, agar para Kopada juga bisa mendapatkan rezeki lewat jalur yang sudah ada saat ini. Mereka menambahkan jika Bus Trans Jateng melewati kota maka omset pendapatan dari para sopir akan turun drastis.

“Pengemudi jalur A tidak mau trans lewat kota. Trans harus lewat ring road,” katanya saat menyampaikan aspirasi didepan perwakilan dewan pada Rabu (11/11/2020)

Puluhan sopir Angkot jalur A datangi Gedung DPRD Purworejo. (11/11/2020)
Puluhan sopir Angkot jalur A datangi Gedung DPRD Purworejo. (11/11/2020)

Selanjutnya para sopir juga meminta agar Bus Trans Jateng jangan melewati stasiun agar bisa para supir Angkot bisa mencari nafkah seperti hari-hari biasa. Menurutnya sejak ada Bus Trans Jateng pendapatan mereka turun drastis sampai 50 persen karena para penumpang lebih memilih Bus Trans dari pada Kopada.

“Penurunan (omset) bisa separuh mas, yang biasa setor 50 ribu sampai 60 ribu kita gak bisa setor,” ucapnya sembari menangis kepada purworejo24 usai pertemuan pada Rabu (11/11/2020)

Tuntutan yang terakhir adalah tidak diadakannya halte sepanjang jalur dari mulai Polres Purworejo hingga Terminal Kutoarjo. Namun yang masih menjadi persoalan adalah halte yang berada di Plaza Purworejo yang sangat berpengaruh terhadap penurunan omset bagi para supir Kopada.

“Selama halte itu masih ada di Plaza, kita takutnya ada gesekan, soalnya halte yang ada di Plaza dekat sekali dengan temteman angkot (titik mangkal angkot-red),” katanya.

Sementara itu Plt Dinas Perhubung Boedi Hrdjono mengungkapkan baha pihaknya sudah mengupayakan tuntutan para sopir tersebut. Namun untuk halte yang berada di plaza memang sedang dikomunikasikan dengan piha pengelola Bus Trans Jateng.

“Yang stasiun tetap lewat sana tapi tidak menurunkan dan menaikkan penumpang, untuk yang Plaza nanti kita evaluasi,” katanya.

Untuk diketahui jalur A tersebut anggotanya berjumlah 160 dan armadanya ada sekitar 144 armada yang menggantungkan hidup dari jalur tersebut. (P24-Bayu)