Oknum Penjaga Sekolah di Purworejo Setubuhi Anak Sejak Kelas 3 SD hingga kelas 6 SD

oleh -0 views
Polres Purworejo menangkap pelaku kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di salah satu SD di Kabupaten Purworejo.
Polres Purworejo menangkap pelaku kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di salah satu SD di Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO, purworejo24.com – Polres Purworejo menangkap pelaku dalam kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di salah satu sekolah di Kabupaten Purworejo. Malangnya korban, sebut saja bunga (14) masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agil Widyas Sampurna, S.IK, M.H., kepada media menjelaskan kronoligis kejadian berawal pada hari Jumat (2/10/2020) Bunga pergi meninggalkan rumah dan mengirim pesan di WA kepada ayahnya (pelapor) dan juga meninggalkan surat yang isinya bahwa korban sudah tidak perawan lagi dan yang melakukannya adalah S yang tidak lain adalah penjaga sekolah tempat bunga bersekolah. Setelah mengetahui kejadian tersebut pelapor berusaha menghubungi Bunga supaya kembali pulang ke rumah tetapi tidak dibalas. Ayah korban pun berusaha mencari ke rumah teman-teman sekolahnya namun tidak ketemu.

“Pada hari Sabtu (3/10/2020) pelapor (ayah Bunga) datang Ke polres Purworejo untuk melaporkan kehilangan anak,” katanya pada Rabu (04/11/2020) di halaman Mapolres Purworejo.

Polres Purworejo menangkap pelaku kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di salah satu SD di Kabupaten Purworejo.
Polres Purworejo menangkap pelaku kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di salah satu SD di Kabupaten Purworejo.

Lebih lanjut Agil menjelaskan, pada hari Selasa (6/10/2020) Bunga pulang ke rumah, kemudian ditanya oleh saksi SM (neneknya), kemudian korban menceritakan apa yang dialaminya yaitu telah disetubuhi oleh tersangka S sehingga korban pergi dari rumah karena takut. Lebih parahnya pelaku tega menyetubuhi anak yang masih bau kencur tersebut mulai dari kelas 3 SD.

“Korban kemudian menerangkan bahwa telah disetubuhi oleh S semenjak kelas 3 SD hingga berkali-kali (sampai korban tidak ingat) dan terakhir dilakukan pada saat kelas 6 SD,” katanya.

Pihaknya menambahkan, bahwa Bunga mengaku tersangka S menyetubuhi korban dengan cara mengancam serta memaksa korban. Polisi juga mengamankan 2 stel seragam SD sebagai barang bukti.

Saat ini tersangka dikenakan Pasal 76 D jo pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

“Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”. tandasnya (P24-Bayu)