Korban Banjir dan Longsor di Pituruh Mengungsi

oleh -5 views
Camat Pituruh memantau lokasi tanah longsor.
Camat Pituruh memantau lokasi tanah longsor.

PITURUH, purworejo24.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Pituruh sejak pukul 23.00 WIB, Minggu (25/10/2020) mengakibatkan beberapa desa terdampak bencana alam baik tanah longsor maupun banjir. Sejumlah korban tanah longsor dan banjir pun terpaksa mengungsi ke saudara dan kerabat terdekat.

Menurut informasi BPBD Kabupaten Purworejo bahwa bencana alam yang menimpa wilayah Kecamatan Pituruh meliputi beberapa desa yaitu Desa Kaligintung tiga titik, Kalijering dua titik, Sawangan, Kapiteran, Kaliglagah, Somogede, Prapaglor, dan Poliwangi.

Kepala Desa Kalijering Suroyo, menjelaskan sedangkan banjir melanda Desa Sawangan, Brengkol, Pekacangan, dan Petuguran. Tinggi banjir ini bervariasi mulai ketinggan 50 cm hingga 1 meter, genngan air luapan dari sungai Lesung bahkan masuk ke rumah-rumah penduduk . Dari pantauan Tim Purworejo24.com pada Senin siang, 26/10/2020, bahwa kondisi paling parah berlokasi di Desa Kalijering, Pituruh.

“Bencana yang melanda wilayah kami terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, berawal sejak hujan dimulai kemarin siang. Namun semakin malam semakin deras hujannya. Ketika hujan lebat listrik pun padam kemudian saya mendapat informasi bahwa ada 7 unit rumah tertimpa longsor habis tertimbun tanah, dan satu kandang ternak sekitar pukul 01.00 WIB,” ucapnya kepada purworejo24.com pada Senin (26/10/2020)

Tidak hanya itu, ada satu rumah warga tertimbun longsoran rata dengan tanah, ditaksir kerugian mencapai 1 miliyar rupiah. Bencana alam ini tidak sampai ada korban jiwa tetapi ada satu warga yang dirawat dirumah karena tertimbun material longsor. Korban tertimbun longsor kurang lebih dua jam sampai evakuasi selesai dilaksanakan, korban terkena benturan keras dibagian kepala dan dadanya sakit.

Sampai saat ini sudah ada beberapa bantuan logistik yang sampai diposko bencana. Bantuan ini berasal dari beberepa lembaga swadaya masyarakat dan BPBD kabupaten Purworejo.

“Alhamdulillah bantuan alat berat untuk membersihkan puing-puing longsor sudah ada, Karena letak geografis wilayah kami rawan tanah longsor, saya menghimbau untuk warga masyarakat untuk selalu waspada. Saya berharap tidak ada bencana susulan,” kata Suroyo.

Ia menambahkan untuk korban bencana ini sementara mengungsi ditempat saudara dan tetangga. Untuk menangulangi pangan para pengungsi pihal desa juga menyiapkan dapur umum.

“Kami juga sudah menyediakan dapur umum untuk para pengungsi,” imbuhnya.

Semantara itu, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno saat meninjau lokasi bencana mengungkapkan keprihatinannya melihat kejadian bencana alam tersebut. Ia mengatakan bahwa akan melakukan rapat terkait penanganan bencana dengan pemerintah daerah.

“Saat ini kami bersama pemerintah desa sedang mendata semua kerusakan baik fasilitas umum maupun rumah, sebagai bahan rapat penanganan bencana tingkat kabupaten besok pagi. Untuk yang paling penting, saya berharap tidak ada warga terdampak yang tidak tertangani dan semua warga lebih waspada terhadap potensi bencana yang masih mungkin terjadi. Termasuk menjauh dari tempat-tempat yang rawan longsor karena adanya retakan tanah,” pungkasnya. (P24-Bayu)