Rapid Test di Stasiun Meningkat 2 kali lipat

oleh -12 views
Seorang penumpang memperlihatkan tiket kepada petugas
Seorang penumpang memperlihatkan tiket kepada petugas

KUTOARJO, purworejo24.com- PT Kereta Api Indonesia mengimbau pelanggan yang ingin melakukan Rapid Test di Stasiun agar melakukannya selambatnya H-1 tanggal keberangkatan. Tujuannya untuk menghindari kepadatan antrean layanan Rapid Test dan potensi tertinggal KA. Menjelang libur panjang pwrmintaan Rapid Test meningkat 2 Kali lipat dari hari biasanya.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto menjelaskan di wilayah Daop 5 Purwokerto, di stasiun Purwokerto, Kroya dan Kutoarjo juga mulai ada peningkatan jumlah peserta Rapid-test, dari rata-rata hari biasa.

“Menjelang libur long weekend kali ini terjadi kenaikan dua kali lipat jumlah peserta rapid test di stasiun, dimana biasanya 2.500 peserta perhari kini mencapai 5 ribu peserta per hari”, katanya kepada purworejo24.com pada Senin (26/10/2020).

Seorang petugas memeriksa suhu badan penumpang yang akan naik KA.
Seorang petugas memeriksa suhu badan penumpang yang akan naik KA.

Supriyanto menambahkan jika Rapid test dilakukan pada hari keberangkatan, pelanggan akan terburu-buru karena diharuskan mengantre terlebih dahulu. Bahkan, dikhawatirkan pelanggan dapat terlambat dan tertinggal oleh keretanya yang sudah dipesan.

“Kami menyarankan pelanggan untuk melakukan Rapid Test selambatnya H-1 tanggal keberangkatan, dengan mempersiapkan kelengkapan berkas dari jauh-jauh hari, maka pelanggan dapat lebih tenang dan nyaman pada saat hari keberangkatan,” ujar Supriyanto

KAI menyediakan layanan Rapid Test di 30 stasiun, yaitu Stasiun Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang, Tegal, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Blitar, Kertosono, Jombang, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Ketapang, Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, dan Lubuk Linggau.

Ia menambahkan penyediaan layanan Rapid Test di stasiun bertujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait syarat perjalanan masyarakat di masa Adaptasi Kebiasaan Baru serta memudahkan pelanggan sehingga tidak perlu mencari tempat Rapid Test di luar. Untuk mendapatkan layanan rapud test tersebut yang dikhususkan untuk penumpang KA, swtiap orangnya akan dikenakan biaya sebesar 85 ribu rupiah.

“Pada libur long weekend ini, KAI mengoperasikan rata-rata 87 KA Jarak Jauh per hari ke berbagai tujuan. Meningkat 16% dari pekan sebelumnya rata-rata 75 KA perhari,” katanya

Sampai dengan 25 Oktober, sudah 83 ribu tiket yang terjual untuk periode 27 Oktober s.d 1 November 2020 atau 37% dari total tiket yang disediakan. Adapun tanggal favoritnya adalah tanggal 27 Oktober, 28, Oktober dan 1 November dimana pada tanggal tersebut tiket yang terjual sudah mencapai 50% dari kapasitas yang disediakan. Jumlah tersebut akan terus bertambah dikarenakan penjualan tiket masih berlangsung.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat mematuhi seluruh protokol kesehatan yang telah ditetapkan dan selalu menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“KAI secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada perjalanan Kereta Api di masa libur long weekend ini. Tujuannya untuk menjadikan Kereta Api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan,” (P24-Bayu/Hms)