Pembangunan Bendungan Bener On The Track, Pemerintah Targetkan Selesai Tahun 2023

oleh -64 views
Asisten Deputi 1 Kemenko Maritim dan Investasi, Dr. Eng. IR. Rahmat Hidayat saat berkunjung di lokasi pembangunan Bendungan Bener, pada Rabu (14/10/2020).
Asisten Deputi 1 Kemenko Maritim dan Investasi, Dr. Eng. IR. Rahmat Hidayat saat berkunjung di lokasi pembangunan Bendungan Bener, pada Rabu (14/10/2020).

BENER, purworejo24.com – Meski sempat terkendala masalah pembebasan tanah yang hingga kini belum terselesaikan, Megaproyek Nasional pembangunan Bendungan Bener terus dilaksanakan. Pemerintah mentargetkan bendungan dengan tinggi 169 meter dan direncanakan menjadi bendungan dengan struktur batu tertinggi di Indonesia dan nomor dua di Asia itu bisa selesai tepat waktu pada akhir tahun 2023 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Deputi 1 Kemenko Maritim dan Investasi, Dr. Eng. IR. Rahmat Hidayat saat berkunjung di lokasi pembangunan Bendungan Bener, pada Rabu (14/10/2020). Turut hadir dalam kunjungan kerja itu, Kepala BBWSO Yogyakarta Dwi Purwantoro, Sekda Purworejo Said Ramadhon, Kepala BPN Suwitri Iriyanto dan sejumlah pejabat dinas terkait dan muspika.

“Agenda hari ini, kami mengecek lokasi pembangunan Bendungan Bener. Kita memastikan jika progres pembangunan Bendungan ini tetap jalan,  karena diketahui be

Dialog antara Kemenko Maritim dan Investasi dengan pihak terkait pembangunan Bendungan Bener. Rabu (14/10/2020)
Dialog antara Kemenko Maritim dan Investasi dengan pihak terkait pembangunan Bendungan Bener, Rabu (14/10/2020)

rsama bahwa proyek Bendungan ini merupakan salah satu Megaproyek Nasional, jadi kami hanya ingin memastikan bila ada hambatan maka kita bisa tahu persis apa hambatannya dan apa yang akan dilakukan. Jika tidak ada hambatan maka harapan kami penggarapan bisa lancar lancar saja,” ungkap Assinten Deputi 1 Kemenko Maritim dan Investasi, Dr. Eng. IR. Rahmat Hidayat, saat ditemui wartawan di sela kunjungan kerja.

Terkait masalah pembebasan lahan yang hingga kini belum selesai dan masih berpolemik, hal itu dianggap wajar. Menurutnya, setiap proyek besar seperti pembangunan bendungan,  bandara, jalan tol dan lainya, wajar memiliki masalah tersebut.

“Tentunya harus diselesaikan, jika lahannya belum beres ya harus segera diselesaikan. Tapi harapannya kita bisa bekerja secara pararel karena proyek strategis nasional itu harus tetap berjalan. Akan lebih baik jika bisa diselesaikan secara musyawarah, tapi jika tidak bisa maka akan kami ikuti mekanisme yang berlaku,” katanya.

Dirinya mentargetkan, pembangunan Bendungan Bener bisa selesai pada tahun 2023, dan penggarap masih memiliki waktu cukup untuk menyelesaikan secara tepat waktu.

“Kunci di badan bendung yang butuh waktu antara 18 bulan hingga 2 tahun. Progres masih on the track walaupun diketahui sudah hampir 2 tahun ini atau sudah sejak tahun 2018 lalu proyek ini mulai dikerjakan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, bersama pemerintah daerah, ada dukungan terhadap pembangunan Bendungan Bener itu, sehingga harapannya dari apa yang telah direncanakan akan bisa selesai dengan baik.

“Ini proyek secara penugasan adalah kewenangan Kementrian PUPR tapi jangan lupa pemerintah setempat atau masyarakat setempat juga harus dilibatkan,” tambahnya.

Terkait kenaikan harga yang diharapkan warga, lanjutnya, secara prinsip tidak berdampak langsung terhadap pembangungan Bendungan Bener, namun efeknya mungkin secara progres dan penggarapan menjadi terkendala.

“Hal-hal yang tidak bisa diputuskan di level lapangan biar kita yang di pihak atas ikut menyelesaikan dan yang bekerja tidak terkena dampak, artinya di lapangan tetep fokus teknis penggarapan,” harapnya.

Kepala BBWSO Yogyakarta, Dwi Purwantoro, mengatakan, Bendungan Bener dibangun dengan anggaran APBN total 3,7 Triliun. Megaproyek Nasional itu telah dimulai sejak tahun 2018, dan rencananya akan selesai pada tahun 2023 mendatang.

“Secara rencana telah selesai 3,5 persen dan pelaksanaan selesai 3,4 persen jadi antara rencana dan pelaksaan tidak ada selisih jauh dan hanya terpaut 0,1 persen, jadi tidak terlalu signifikan karena kita memang masih melandai tapi kalau nanti sudah pelaksanaan pada intinya kita bisa naik. Yang sudah dikerjakan adalah akses jalan masuk, persiapan untuk spill way, masih mengerjakan sisi kiri dan kanan Bendungan. Nanti di bulan November ini setelah bertemu komunikasi dengan masyarakat harapanya kita bisa melaksanakan pembangunan Bendungan ini dengan baik dan tidak ada yang dirugikan lagi,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya optimis tidak ada perpanjangan waktu dan pembangunan Bendungan Bener bisa selesai tepat waktu.

Sementara itu, Sekda Purworejo, Said Ramadhon, mengatakan, saat ini masih telah dilakukan pembabasan tanah dengan melaksanakan apraisal lanjutan.

“Tentunya kita berharap bisa selesai dengan baik dan Bendungan bisa segera bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” harapnya.

Disampaikan, secara prinsip masyarakat Purworejo khususnya warga terdampak tidak menolak adanya pembangunan Bendungan Bener. Namun warga hanya menginginkan kepastian harga dan pembayaran secara cepat atas pembebasan lahan yang terdampak pembangunan.

“Masyarakat kan ngertinya setelah diukur tinggal nunggu bayaran. Ternyata masih harus dihitung, diverifikasi dan ini yang kami harap verifikasi ini lebih cepat lagi. Kami sudah sampaikan hal ini kepada Kemenko,  dan harapannya setelah diukur, verifikasi, kesepakatan harga deal lalu dibayar, dan semua masalah menjadi selesai,” ujarnya. (P24-Drt)