Latih Kemandirian, PKK Purworejo Berlatih Batik Ecoprint

oleh -1 views
Wakil Bupati Purworejo saa menghadiri ipelatihan batik Ecoprint PKK kelurahan Purworejo.
Wakil Bupati Purworejo saa menghadiri ipelatihan batik Ecoprint PKK kelurahan Purworejo.

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah pengurus dan anggota PKK Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan pelatihan batik Ecoprint, di aula Kelurahan Purworejo, pada Rabu (16/9/2020).

Pelatihan yang digelar selama dua hari sejak Selasa (15/9/2020) itu digelar untuk melatih para pengurus dan anggota PKK dalam kemandirian usaha, utamanya dalam menghadapi masa pandemi covid-19.

“Tujuannya untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dalam membatik ecoprint yang harapannya akan dapat meningkatkan income keluarga,” ujar Kepala Kelurahan Purworejo, Adi Pawoko SSTP MSi, kepada purworejo24.com, saat hadir dalam kegiatan itu.

Pelatihan itu, lanjutnya, bukan hanya kegiatan ceremoni belaka, namun bisa menciptakan lapangan usaha bagi para ibu ibu PKK di Kelurahan Purworejo.

“Jika hasil batik ecoprint bisa bagus dan memuaskan, maka kelurahan langsung pesan 10 paket batik. Dengan harapan ini sebagai modal juga untuk memberikan semangat, agar terus termotivasi dan memproduksi dan memasarkan,” katanya

Disampaikan, tak hanya pejabat Kelurahan yang akan memesan batik itu, pihaknya juga akan mengarahkan seluruh ketua RT, ketua RW untuk bisa menggunakan batik produk PKK sendiri.

“Kami juga akan kerjasama dengan PDAU untuk bisa ditampilkan di showroom UMKM,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengatakan, berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat baik dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat telah banyak diberikan. Semua bantuan itu diharapkan bisa sebagai sarana untuk kesejahteraan bagi penerima manfaat dan untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang tujuannya untuk pengentasan kemiskinan.

“Dari bantuan ini diharapkan akan menjadikan kemandirian bagi masyarakat penerima bantuan. Kita semua juga harus memulai berlatih mandiri. Artinya tidak selalu menggantungkan bantuan, karena tidak selamanya program bantuan terus ada. Maka kita harus bisa berinovasi memanfaatkan dan mengmbangkan bantuan secara maksimal,” harap Yuli.(P24-Drt)