Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Divonis 4 Tahun dan 1,6 Tahun Penjara

oleh -3 views
Sidang online perkara Raja dan Ratu KAS. (15/9/2020)
Sidang online perkara Raja dan Ratu KAS. (15/9/2020)

PURWOREJO, purworejo24.com – Raja dan Ratu Keraton Sejagat, Toto Santoso dan Fanni Aminadia, akhirnya divonis bersalah dalam sidang putusan kasus Keraton Sejagat, pada Selasa (15/9/2020). Keduanya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara untuk Toto dan 1 tahun 6 bulan untuk Fanni. Sidang dengan agenda pembacaan vonis itu digelar secara online di tiga tempat yang berbeda menggunakan teknologi video conference. Sidang dipimpin oleh hakim Sutarno dari ruang sidang Pengadilan Negeri Purworejo, kemudian pihak terdakwa yakni Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang merupakan raja dan ratu Keraton Agung Sejagat berada di Rutan Purworejo. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) bersama penasihat hukum terdakwa berada di Aula Kasman Singodimejo Kejaksaan Negeri Purworejo. Sidang sengaja digelar secara online berdasarkan peraturan Mahkamah Agung RI untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Mengadili, satu, menyatakan bahwa terdakwa satu Totok Santoso dan terdakwa dua Fanni Aminadia tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan primer JPU,” kata hakim ketua Sutarno saat membacakan putusan, Selasa (15/9/2020).

Putusan yang dijatuhkan tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan JPU yaitu Raja Toto dituntut lima tahun bui, sedangkan Ratu Fanni 3,5 tahun penjara.

Raja Toto dan Ratu Fanni didakwa dengan pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 14 ayat 2 UU NO 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan untuk dakwaan kedua yakni pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

Atas putusan tersebut, penasihat hukum terdakwa yakni Muhammad Sofyan dan JPU Masruri Abdul Aziz mengaku pikir-pikir. Untuk melakukan langkah selanjutnya, pengacara akan meminta waktu kepada pihak Rutan Purworejo untuk bisa menemui kedua kliennya itu.

“Atas putusan ini kami menyatakan pikir-pikir. Kami minta kepada pihak rutan agar memfasilitasi kami bertemu dengan klien kami untuk menentukan langkah selanjutnya,” ucapnya.(P24-Drt)