Bekap Bayinya Hingga Meninggal, Seorang Perempuan Muda jadi Tersangka

oleh -
Polisi mengevakuasi mayat bayi di sebuah rumah kos Kelurahan Sindurjan, Senin (18/5/2020) lalu.
Polisi mengevakuasi mayat bayi di sebuah rumah kos Kelurahan Sindurjan, Senin (18/5/2020) lalu.

PURWOREJO, purworejo24.com – Seorang warga desa Wonoboyo kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan kematian. Perempuan berusia 26 tahun tersebut tega membunuh bayi kandungnya sendiri dengan cara dibekap mulut serta hidungnya hingga meninggal dan mengubur bayinya di pekarangan belakang kos yang ia tinggali.
Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito SIK, SH, M.Si, melalui Kasubbag Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariyah, dalam siaran rilisnya, menjelaskan, tersangka bernama Ganis Erlina merupakan salah satu penghuni kos milik Ibu Nunuk yang berada di RT 02 RW 08 Kelurahan Sindurjan Kecamatan/Kabupaten Purworejo.

“Peristiwa itu sendiri diketahui atau terungkap pada Senin (18/5/2020) lalu. Tersangka melahirkan bayi laki-laki disalah satu kamar kos yang ia tinggali,” katanya.

Polisi mengevakuasi mayat bayi di sebuah rumah kos Kelurahan Sindurjan, Senin (18/5/2020) lalu.
Polisi mengevakuasi mayat bayi di sebuah rumah kos Kelurahan Sindurjan, Senin (18/5/2020) lalu.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka melahirkan bayi laki-laki di kamar kos pada Kamis (14/5/2020) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian tersangka membekap mulut dan hidung bayi tersebut menggunakan telapak tangan kiri selama kurang lebih 5 hingga 10 menit hingga bayi tersebut tidak bergerak.

“Kemudian oleh tersangka bayi itu diselimuti menggunakan sarung, dan selama dua hari bayi itu diletakkan diatas kasur kamar kos,” jelasnya.

Baru pada Jumat (15/5/2020) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka mengubur bayi tersebut dengan cara dibungkus sarung dan memasukkan bayi tersebut kedalam kantong plastic lalu dikubur dalam lubang dengan kedalaman sekitar 20 cm. Adapun bayi dikubur di pekarangan belakang kos yang ia tinggali.

“Empat hari kemudian, yaitu pada Senin (18/5/2020) ada tetangga kos yang curiga, penampilan tersangka yang sebelumnya diketahui hamil, perutnya sudah kempes. Tetangga tersebut kemudian melapor ke RT dan menanyai tersangka. Tersangka mengaku terpeleset dan bayinya meninggal, karena curiga ada kejanggalan, lalu warga melaporkan hal itu ke Polisi,” jelasnya.

Atas tindakan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 3.000.000.000,oo (tiga miliar rupiah).(P24-Drt)