,

Ini Daftar 16 Desa dan Kelurahan di Purworejo yang Akan Terkena Pemadaman Lampu Besok

oleh -627 views
Kantor PLN Rayon Purworejo
Kantor PLN Rayon Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Purworejo kembali melakukan pemadaman di sejumlah wilayah di Purworejo, Jawa Tengah. Pemadaman ini disebabkan akan adanya pembangunan jaringan baru untuk mempermudah pasang baru untuk pelanggan.

Pemadaman listrik dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/04/2020) pukul 10.00-14.00 WIB. Koordinator PT PLN (Persero) Rayon Purworejo, Agus menyebutkan, pemadaman ini dilakukan agar proses rekonstruksi dapat berjalan dengan lancar dan tidak membahayakan bagi petugas maupun masyarakat.

“Kami akan melakukan pengerjaan pembangunan jaringan baru, karena kita perlu menambah jaringan yang untuk mencukupi kebutuhan listrik dibeberapa daerah,” katanya kepada Purworejo24.com saat dikonfirmasi pada Senin (20/04/2020).

Jadwal pemadaman listrik Purworejo
Jadwal pemadaman listrik Purworejo 21 April 2020.

Supervisor Tekhnik Dody Setiawan mengungkapkan perbaikan kali ini fokus untuk beberapa daerah, diantaranya yaitu Desa Sucen, Desa Seren, Desa Gintungan, Desa Rendeng, Desa Gebang, Desa Salam, Desa Pakem, Desa Bendosari, Desa Plutan, Desa Ngemplak, Desa Prumben, Kelurahan Lugosobo, Desa Mlaran, Desa Kroyo, Desa Clorong, Desa Berjan dan daerah sekitarnya.

“Pembangunan Jaringan ini juga sebagai upaya peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan listrik di daerah tersebut,” ucapnya.

Ia berharap kepada masyarakat untuk bersiap-siap menghadapi pemadaman sehingga ada beberapa hal yang nantinya dapat diantisipasi ketika tidak ada listrik.

“Kami berharap masyarakat yang terdampak dapat menyiapkan segala sesuatunya sehingga pada waktu pemadaman tidak menimbulkan masalah,”ucapnya.

Walaupun jadwal pemadaman dimulai pukul 10.00-14.00 WIB, akan tetapi sewaktu-waktu apabila pekerjaan sudah selesai, pihaknya akan langsung menormalkan kembali tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan beberapa hal terkait kelistrikan agar nantinya tidak membahayakan bagi masyarakat sendiri.

“Masyarakat agar tidak mendirikan bangunan, tiang antena, baliho, berdekatan dengan jaringan listrik minimal dengan jarak aman 2,5 meter, tidak bermain layang-layang dekat jaringan listrik, tidak melempar benda asing ke jaringan listrik, tidak melakukan penebangan pohon di dekat jaringan listrik tanpa koordinasi dengan PLN, serta tidak menggunakan listrik ilegal,” tandasnya. (P24-Bayu)