Masuk Zona Kuning, MUI Purworejo Tetap Gelar Sholat Jumat

oleh -164 views
MUI Anjurkan Sholat Jumat Ditiadakan di Daerah yang Beresiko Tinggi Corona
MUI Anjurkan Sholat Jumat Ditiadakan di Daerah yang Beresiko Tinggi Corona

PURWOREJO, purworejo24.com – Menyikapi penyebaran virus Corona yang terjadi di Indonesia dan Kabupaten Purworejo, MUI Purworjeo memutuskan untuk tetap melaksanakan Sholat Jumat. Namun untuk daerah yang beresiko tinggi dianjurkan untuk ditiadakan dan diganti Sholat Dhuhur di rumah.Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Purworejo menggelar rapat komisi Fatwa MUI kabupaten Purworejo, pada Kamis (26/3/2020).  Rapat yang digelar bersama PC NU, PD Muhammadiyah, DMI kabupaten Purworejo, Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo dan Kementrian Agama Kabupaten Purworejo di aula kantor Kementrian Agama Kabupaten Purworejo, membahas tentang penyelenggaraan ibadah dan sholat jumat dimasjid dalam situasi darurat covid-19.

“Rapat bersama ini telah berhasil menyepakati beberapa keputusan yang kami tuangkan dalam surat edaran nomor 008/mui/kab/III/2020, yaitu tentang penyelenggaraan ibadah dan sholat jumat di masjid dalam situasi darurat covid-19,” kata PLT Ketua MUI Kabupaten Purworejo, KH. Machin Syadzaly saat ditemui usai rapat.

Surat-Edaran-MUI
Surat-Edaran-MUI tentang pelaskanan Sholat Jumat dan Ibadah dalam Kondisi Daurat

Setelah mendengar, mencermati dan menimbang pendapat dan usulan para peserta rapat komisi fatwa MUI kabupaten Purworejo dengan dan berdasarkan Tausyiyah Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah tentang Penyelenggaraan ibadah Haji di masjid dalam situasi darurat covid-19 , maka MUI kabupaten Purworejo bersama peserta rapat memutuskan diantaranya berdasarkan informasi dari pemerintah kabupaten Purworejo (Dinas kesehatan Purworejo), bahwa kabupaten Purworejo termasuk zona kuning, maka Sholat Jumat tetap dapat dilaksanakan dengan memperhatikan protokoler sebagaimana anjuran pemerintah.

“Bagi masjid di wilayah yang berisiko tinggi (masjid perkotaan dan transit) dianjurkan untuk tidak menyelenggarakan sholat jumat dan mengganti dengan sholat dhuhur di rumah. Takmir masjid dan mushola di daerah berisiko tinggi dianjurkan tidak menyelenggarakan jamaah sholat lima waktu di masjid dan adzan tetap dikumandangkan,” sebutnya.

MUI juga menganjurkan umat muslim untuk memperbanyak tobat, dzikir dan doa serta shodaqoh.

“Surat edaran ini berlaku sejak tanggal 26 Maret 2020, utamanya pada saat pelaksanaan Sholat Jumat pada tanggal 27 Maret 2020 besok, dan berlaku sampai adanya surat edaran berikutnya sesuai dengan perkembangan,” ujarnya.(P24-Drt)