Diversi Gagal, Kasus Bullying Siswi SMP Berlanjut ke Peradilan Pidana

oleh -116 views
Kantor Pengadilan Negeri Purworejo (Foto. Istimewa)
Kantor Pengadilan Negeri Purworejo (Foto. Istimewa)

BANYUURIP, purworejo24.com – Upaya Diversi atau pengalihan penyelesaian perkara diluar sidang pengadilan terkait kasus Bullying anak salah satu SMP swasta di Kecamatan Butuh kembali digelar di Kantor Pengadilan Negeri Purworejo, Jawa Tengah. Namun upaya sidang Diversi ketiga dengan agenda mempertemukan kedua belah pihak tersebut gagal dan perkara dilanjutkan ke proses peradilan pidana.

Proses diversi berlangsung di Ruang Sidang Diversi Pengadikan Negeri Purworejo, pada Selasa (24/03/2020), dengan Fasilitator Hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri Purworejo, Samsumar Hidayat.

“Kami sudah melakukan upaya penyelesian perkara diluar sidang yang biasa di sebut Diversi, namun pada intinya dalam upaya itu gagal dilakukan damai dan tetap dilanjutkan dalam persidangan. Namun apa yang mendasari diversi ini tetap berlanjut ke sidang pengadilan, kami sebagai fasilitator tidak bisa menyampaikan,” kata Fasilitator Diversi, Samsumar Hidayat saat ditemui usai sidang.

Fasilitator Hakim Kasus Byllying Siswa SMP, Samsumar Hidayat.
Fasilitator Hakim Kasus Byllying Siswa SMP, Samsumar Hidayat.

Sidang perdana, lanjut Samsumar, akan digelar dua minggu mendatang atau menunggu situasi kondusif.

“Sidang mungkin baru bisa ditetapkan atau dilaksanakan dua minggu mendatang atau menunggu situasi Corona kondusif, jadi kami belum bisa menentukan secara pasti, masih menunggu penetapan,” katanya.

Kuasa Hukum korban, Dewa Antara SH, bersama keluarga korban mengatakan, mediasi gagal dilakukan dan sidang diteruskan hingga nanti menunggu panggilan.

“Dalam mediasi itu baik keluarga pelaku maupun  keluarga korban sudah saling memaafkan, bahkan keluarga korban juga mendoakan pelaku agar kedepan bisa meraih sukses, namun keluarga korban tetap meminta melanjutkan ke persidangan, dengan alasan karena sangat mempengaruhi psikologis anak dan orang tua, sehingga sidang tetap dilanjutkan. Keluarga korban menyerahkan kepada pengadilan untuk memberikan hukuman kepada pelaku apapun hasil keputusannya nanti,” jelasnya.

Ibu korban menambahkan, keputusan pihak keluarga meneruskan persoalan itu ke ranah pengadilan, karena adanya intimidasi atau ancaman dari pihak keluarga pelaku kepada keluarga korban. Sehingga yang seharusnya bisa selesai damai dalam diversi menjadi pertimbangan keluarga korban untuk tetap melanjutkan ke ranah pengadilan.

“Beberapa waktu lalu ada dari pihak keluarga pelaku datang mengatakan jika masalah ini sampai ke pengadilan, ayah korban akan dicari kemanapun. Kenapa melakukan ancaman hukum, itulah yang menjadi alasan kuat kami sebagai orang tua untuk tetap melanjutkan sidang,” ujarnya.(P24-Drt)