Cegah Virus Masuk Kampung, Warga Lugosobo Gelar Doa Tolak Bala

oleh -62 views
Usai berdoa, warga menyantap bersama-sama jenang tolak bala
Usai berdoa, warga menyantap bersama-sama jenang tolak bala

PURWOREJO, purworejo24.com – Untuk mengantisipasi menyebarnya Corona Virus Disease 2019 (Covid19), warga kelurahan Lugosobo, Purworejo Jawa Tengah menggelar Doa Tolak Bala. Usai berdoa, warga juga menyantap bersama Jenang Merah Putih yang sudah disiapkan sebagai wasilah. HIngga hari Selasa (24/03/2020), jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah menjadi 686 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 55 orang, dengan jumlah yang sembuh 30 orang. Hal tersebut melatar belakangi sejumlah warga Kelurahan Lugosobo, Purworejo menggelar doa tolak bala.

Jenang Merah putih sebagai wasilah Doa Tolak Bala
Jenang Merah putih sebagai wasilah Doa Tolak Bala

Doa bersama yang digelar warga tersebut adalah himbauan dari Ulama sepuh Purworejo KH.Acmad Chalwani Nawawi yang mendapat ijazah dari seorang Ulama terkenal KH Ahmad Abdul Haq dari Watucongol Magelang.

Muhammad Sidqul Hidayat ketua panitia menjelaskan kegiatan Dilakukan di kompleks Mushala Ar-Rusydi Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. tolak bala berlangsung dengan rangkaian aktivitas berupa zikir, tahlil, salat sunat hajat, hingga doa bersama.

“Kita ikut himbauan ulama, karena dengan ikut ulama sebagai panutan Insya Allah kita akan selamat dari wabah virus ini, ini sebagai doa kita kepada sang pencipta,” katanya kepada purworejo24.com.

Acara yang digelar tersebut diikuti oleh puluhan warga dengan menyediakan Jenang, Rempeyek, sayur-sayuran dan sayur lodeh yang dibuat khusus. Doa tolak bala tersebut digelar setelah sebelumnya diadakan sosialisasi kepada warga dan edukasi terkait bahaya dan cara pencegahan virus corona yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

“Yang kita buat sebagai wasilah adalah Jenang Merah Putih untuk yang putih ditaruh diatas yang merah, sayuran hijau, telur ayam kampung, rempeyek kedelai hitam dan sayur lodeh 7 warna,” katanya.

Sementara itu Kyai Jauhari selaku Imam pada acara tersebut mengaku bahwa apa yang dilakukan warga tersebut sangat baik sehingga perlu dilakukan tidak hanya ketika ada pageblug (bencana yang memakan banyak korban). Menurutnya selain dengan doa harus dibarengi dengan pola hidup sehat dan menaati himbauan dari pemerintah soal social distancing.

“Selain mengikuti dawuh ulama kita sebagai warga negara yang baik juga harus mengikuti himbauan pemerintah terkait Virus Corona ini,” tandasnya. (P24-Bayu)