Tingkat Kematian Lebih Tinggi Ketimbang Corona, Pemkab Diminta Tak Abaikan Ancaman DB

oleh -16 views
Petugas PMI menyemprotkan Disinfektan di falisitas umum di Purworejo untuk cegah penyebaran virus Corona
Petugas PMI menyemprotkan Disinfektan di falisitas umum di Purworejo untuk cegah penyebaran virus Corona

PURWOREJO, purworejo24.com – Penanganan virus Corona (Covid-19) oleh Pemkab Purworejo beberapa hari terakhir diharapkan tidak mengabaikan bahaya penyakit lainnya yang juga jelas mengancam nyawa warga Purworejo yakni Demam Berdarah (DB). Pasalnya, ratusan kasus DB telah menimpa warga Purworejo selama 2020 ini.

Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Purworejo, Reko Budiyono saat dikonfirmasi Purworejo24.com mengatakan, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo tidak boleh mengabaikan meskipun tengah sibuk menangkal penyebaran virus corona.

“Bukan bermaksud mengecilkan ancaman Corona, tapi bahaya yang lebih nyata adalah ancaman DB. Karena korbannya sudah jelas ada. Bahkan beberapa waktu lalu ada yang sudah meninggal,” terangnya kepada purworejo24.com.

Ia menambahkan dari informasi yang diterimanya, selama 2020 ini jumlah kasusnya mencapai 520 dan tersebar di seluruh kecamatan di Purworejo. Menurutnya angka sebesar itu butuh perhatian dan penanganan serius dari Pemkab.

“Hampir setiap tahun kasus DB banyak terjadi di Purworejo mestinya menjadi pelajaran agar pemda bisa lebih baik dalam penanganan DB dan meminimalisasi kasus serupa di masa yang akan datang,” katanya.

Reko juga menyampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan kasus DB. Juga perlu dilakukan sosialisasi di beberapa tempat yang sudah terdeteksi adanya kasus DB, sehingga ketika di wilayahnya ada kasus DB, masyarakat tidak kebingungan.

“Edukasi kepada masyarakat juga penting dilakukan agar masyarakat sadar akan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 6 Ahmad Taufan, Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo mengatakan bahwa DB mewabah di wilayahnya kurang lebih seminggu terakhir. Total sudah ada 10 warganya yang di rawat di rumah sakit akibat terserang DB.

“Hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah. Kami berharap agar segera ditangani dengan dilakukan foging atau langkah-langkah tertentu agar kasus DB tidak terus bertambah menyerang lingkungan saya,” katanya. (P24-Bayu)