10 Kereta Kencana dari Keraton Yogyakarta Warnai Parade Budaya Hari Jadi Purworejo

oleh -42 views
Kereta kencana keraton Yogyakarta ditangkan untuk ramaikan Parade Budaya Hari Jadi Purworejo ke 189
Kereta kencana keraton Yogyakarta ditangkan untuk ramaikan Parade Budaya Hari Jadi Purworejo ke 189

PURWOREJO, purworejo24.com – Cuaca mendung yang menyelimuti Kabupaten Purworejo Sabtu (7/3/3030) siang tak menyurutkan niat ribuan masyarakat Purworejo untuk menonton Parade Budaya. Parade Budaya ini merupakan satu rangkaian dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo, yang pada tanggal 27 Februari 2020 genap berusia 189 tahun.

Tampak berbeda dengan tahun sebelumnya, ada 10 kereta kencana yang ditampilkan kali ini, yang sengaja didatangkan langsung dari keraton Jogjakarta. Tidak hanya kereta, grup drum band nuansa kerajaan pun juga datang dari keraton.

“10 kereta kencana dan 2 dokar yang kita gunakan pada parade kali ini dari Jogja” kata Kabag Humas Pemkab Purworejo Rita Purnama kepada kepada purworejo24.com usai acara.

GPH Yudhaningrat dari keraton Yogyakarta dan Bupati Purworejo menyaksikan parade Budaya Hari Jadi Purworejo ke 189
GPH Yudhaningrat dari keraton Yogyakarta dan Bupati Purworejo menyaksikan parade Budaya Hari Jadi Purworejo ke 189

Kirab dibuka dengan penampilan drum band keraton. Selanjutnya di belakangnya iring-iringan kereta kencana yang dinaiki oleh Wakil Bupati, Yuli Hastuti dan Istri Bupati Purworejo, Fatimah Verena, Forkominda serta seluruh kepala OPD ikut naik kereta yang dipersiapkan oleh panitia.

Untuk peserta dari tiap kecamatan, juga diwali dengan camat yang menaiki kuda sebagai simbol kepemimpinan. Di belakangnya adalah para Bergodo (pasukan) dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Bergodo dinamai dan memakai kostum sesuai dengan ciri khas dan nama pemimpin pasukan di masing-masing kecamatan yang terkenal di jaman dulu.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan Parade Budaya ini sangat jauh berbeda dengan tahun yang kemarin. Dalam segala sisi ada perbedaan terkait jumlah peserta maupun armada yang dipakai.

“Tentunya beda karena tahun ini keretanya lebih banyak, kudanya juga lebih banyak, pesertanya juga lebih banyak,” katanya.

Camat ngombol menaiki kuda dalam parade Budaya tahun 2020
Camat ngombol menaiki kuda dalam parade Budaya tahun 2020

Ada yang menarik dalam parade budaya kali ini, yaitu ditampilkannya tari Cimpoling, yang sudah hampir hilang. Bahkan kini hanya ada dua grup, yaitu di Somongari, Kaligesing dan di Pituruh yang masih tersisa.

Ia menambahkan dengan peringatan hari ulang tahun Purworejo diharapkan masyarakat akan mampu melestarikan budaya yang ada di Purworejo. Karena ia melihat potensi di setiap kecamatan di Purworejo memiliki keunikan tersendiri dan berbeda satu sama lainnya.

“Dengan harapan mereka mampu mengembangkan dan mencintai seni dan budaya seni asli Purworejo,” katanya.

Acara kirab yang diikuti oleh ribuan orang dengan pakaian adat Jawa ini berhasil menghibur penonton. Para penonton rela menunggu berjam-jam untuk menyaksikan parade ini. Lia (24), salah satu penonton mengapresiasi gelaran acara ini. Warga asal Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo ini rela naik motor dan memarkir kendaraannya jauh dari tempat digelarnya acara yaitu di jalan Cokro Negoro karena ramainya pengunjung.

“Acara ini bagus karena baru pertama kali. Sebelumnya kan diperingati tiap tanggal 5 Oktober dan tidak ada acara kirab seperti ini,” ungkapnya. (P24-Bayu)