Warga Terdampak Bendungan Bener Kembali Gugat BPN dan BBWS

oleh -33 views
154 warga pemilik 177 bidang tanah yang terdampak Proyek Bendungan, Bener mengajukan gugatan ke PN Purworejo. (5/3/2020)
154 warga pemilik 177 bidang tanah yang terdampak Proyek Bendungan, Bener mengajukan gugatan ke PN Purworejo. (5/3/2020)

PURWOREJO, purworejo24.com  – Sebanyak 154 warga pemilik 177 bidang tanah yang terdampak Proyek Bendungan, Bener kompak mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Purworejo. Mereka menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak untuk menaikkan harga ganti rugi tanah yang dinilai tidak manusiawi.Pengajuan gugatan dilakukan oleh kuasa hukum Hias Negara SH dan rekan, bersama sekitar 60 orang perwakilan warga. Kedatangan mereka ke PN juga didampingi 2 orang Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, M Abdullah dan Rohman.

Abdullah menyebut 154 warga penggugat merupakan pemilik 177 bidang tanah dari 3 desa, yakni Desa Bener dan Nglaris Kecamatan Bener, serta Desa Kemiri Kecamatan Gebang. Gugatan dilakukan karena beberapa waktu lalu keputusan PN atas gugatan Maksum dikabulkan sebagian, tetapi pihak tergugat tidak dapat menerima dan justru mengajukan Kasasi pada 19 Februari 2020.

“Masyarakat sebenarnya sudah bisa menerima (keputusan pengadilan) dengan pertimbangan agar pembangunan Bendungan Bener bisa lancar. Namun, pihak termohon, yakni BPN dan BBWS, justru mengajukan kasasi,” katanya kepada purworejo24.com pada Kamis (05/03/2020).

154 warga pemilik 177 bidang tanah yang terdampak Proyek Bendungan, Bener kompak mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Purworejo
154 warga pemilik 177 bidang tanah yang terdampak Proyek Bendungan, Bener kompak mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Purworejo

Upaya Kasasi yang dilakukan tergugat dinilai warga justru menjadi penghalang pembangunan Bendungan Bener. Warga pun kompak untuk mengajukan gugatan secara keseluruhan. Dari pemilik 181 bidang tanah yang telah dilakukan appraisal oleh tim pelaksana pengadaan tanah dari BPN, pemilik 177 bidang tanah sepakat mengajukan keberatan harga ganti rugi tanah.

“Yang kemarin belum melakukan gugatan, hari ini pemilik dari 177 bidang tanah melakukan gugatan. Kemarin sebelumnya kita tidak ingin melakukan gugatan sepanjang pihak BPN maupun BBWS menerima putusan pengadilan dan kemudian putusan itu dijadikan yurisprudensi untuk menghitung kerugian masyarakat yang tanahnya terdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Hias Negara SH, menjelaskan bahwa dalam proses pengajuan gugatan ini ada 4 advokat yang diberi kuasa khusus oleh warga. Tiga orang selain dirinya yakni Singgih Herwibowo SH MH, Agus Triatmoko SE SH MH, dan Joko Triyanto SH.

“Untuk sekarang saya menambahkan dua penasihat hukum, jadi total empat,” jelasnya.

Dalam gugatan kali ini, keberatan ditekankan pada poin-poin yang diputuskan PN terkait permohonan keberatan yang dikabulkan, salah satunya ganti rugi lain yang tidak dihitung. Kedua, berita acara tidak disampaikan dalam 30 hari kerja oleh pantia atau pelaksana pengadaan tanah untuk warga.

“Proses itu agar dikaji ulang karena cacat hukum. Karena beberapa, dalam aturan undang-undang itu tidak dilalui,” tandasnya. (P24-Bayu)