Kunjungi Korban Perundungan, Bupati Purworejo Harap Jadi Kasus Terakhir

oleh -2 views
Bupati Purworjeo Kunjungi Korban Perundungan
Bupati Purworjeo Kunjungi Korban Perundungan

BUTUH, purworejo24.com – Bupati Purworejo Agus Bastian meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangani secara sungguh-sungguh, sehingga akan memberikan efek jera kepada para pelaku bullying atau perundungan.

Hal itu disampaikan Bupati, saat menjenguk siswi korban bulliying di rumah orangtuanya yang berada di Kecamatan Butuh, Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (13/2/2020) siang. Siswa itu menjadi korban bulliying oleh sejumlah siswa lain yang masih satu sekolah dan viral di media sosial, setelah terunggah videonya di akun facebook pada tanggal 12 Februari 2020 kemarin.

“Menurut saya, ini sudah keterlaluan sekali. Walaupun usia pelaku masih muda, tetapi menimbulkan bibit-bibit yang kurang baik diwaktu yang akan datang,” kata Bupati.

Bupati Purworjeo Kunjungi Korban Perundungan
Bupati Purworjeo Kunjungi Korban Perundungan

Pada kesempatan itu, Bupati memberikan dukungan secara moril, agar korban dapat kembali pulih dan dapat kembali bersekolah. Menurutnya, kasus bulliying ini harus ditangani secara serius. Kejadian ini merupakan hal yang sangat penting yang perlu mendapat perhatikan. Karena jika tidak ditangai dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi lagi kejadian bulliying ditempat lain.

“Mbok ya cari tema yang lain, jangan membully, menyiksa. Saya kira kegiatan yang lain ada. Ada juga kemarin yang mandi dipinggir jalan. Ini adalah efek gadget memang sangat luar biasa,” katanya..

Bupati juga menyampaikan ke depan diperlukan pencegahan dini oleh pihak-pihak terkait. Salah satunya dengan sekolah memberikan pembinaan kepada anak-anak seperti pembinaan melalui guru BP. Sekolah diminta untuk terus membimbing dan mendampingi siswa dalam rangka memperoleh ketenangan dalam belajar.

Dikatakan Bupati, Pemkab melalui instansi terkait akan berupaya untuk memberikan pendampingan khsus kepada korban hingga korban kembali pulih. Pemkab juga akan memastikan agar korban memperoleh pendidikan yang baik sesuai dengan kebutuhannya.

“Saya berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi di Indonesia, khususnya di Purworejo. Ini adalah yang terakhir, jangan ada lagi bulliying, adegan kekerasan,” harapnya. (P24-Drt)

Tinggalkan Balasan