Kraton Yogya (foto kratonjogja.id)
Pemerintahan Politik Seni Budaya Wisata

Ini Alasan Pemkab Purworejo Gandeng Kasultanan Ngayogyakarta bukan Keraton Solo

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah netizen mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam menggandeng Pemerintah Provinsi DIY dalam rangkaian kegiatan hari jadi Purworejo yang ke 189. Padahal secara sejarah hubungan antara Purworejo dan Keraton Solo jauh lebih dekat dibandingkan Yogyakarta.

Seperti berita yang dirilis purworejo24.com sebelumnya bahwa pemerintah Kabupaten Purworejo akan menyelenggarakan acara Muhibah Budaya bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Salah salah satu akun @amir faisol mengatakan bahwa Kabupaten Purworejo didirikan atas kekancingan dari Sunan Solo bukan dari Sultan Ngayogyakarta.

Baca juga: https://www.purworejo24.com/2020/02/07/rayakan-hari-jadi-ke-189-pemkab-purworejo-gandeng-diy/

“Tjokronegoro 1 adalah Abdi Dalem Sunan Solo. Karena jasanya maka ditetapkan sebagai Bupati Purworejo (dulu Kabupaten Brengkelan),” katanya saat mengomentari berita yang telah dibaca ribuan kali tersebut.

Jadwal Muhibah Budaya Mataram Yogyakarta di Purworejo
Jadwal Muhibah Budaya Mataram Yogyakarta di Purworejo

Sementara itu menanggapi komentar tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo kepada purworejo24.com mengatakan bahwa kegiatan Muhibah Budaya yang akan dilaksanakan pada 18-22 Februari tersebut murni kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Purworejo dan Pemerintah Provinsi DIY dan tidak ada hubungannya dengan “Kekancingan” dengan Kasunanan Solo.

“Gak ada hubungannya dengan kekancingan. Itu hanya sumbangan kegiatan dari Pemprov Jogja,” katanya kepada purworejo24.com.

Baca juga : https://www.purworejo24.com/2020/02/10/sri-sultan-hamengkubuwono-x-dijadwalkan-hadiri-peringatan-hari-jadi-purworejo/

Menurut Agung Justru kita harusnya berterima kasih kepada mereka yang mau memeriahkan HUT kita dengan biaya dari mereka sendiri (Pemprov DIY). Pihaknya menambahkan untuk masalah sejarah dan hari Jadi sudah dibahas sampai dengan ditetapkannya Hari Jadi Purworejo tanggal 27 Februari berdasarkan Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Purworejo No 1 tahun 2019.

“Jadi sekarang kita sudah gak ngomongin sejarahnya lagi, tapi lebih pada kemeriahan peringatan hari jadi,” katanya.

Baca juga: https://www.purworejo24.com/2020/02/06/peringati-hari-jadi-purworejo-pemkab-gelar-belasan-acara-selama-satu-bulan/

Ia menambahkan dalam gelaran Hari Jadi yang dimulai pada 14 Februari 2020 hingga 15 Maret 2020 tersebut semua pihak yang ingin turut memeriahkan dan membantu terselenggaranya kegiatan akan ia terima dengan senang hati. Salah satu yang ia contohkan adalah Pemprov DIY yang mendanai Full kegiatan Muhibah budaya yang juga akan dihadiri oleh Gubernur Jateng dan Sri Sultan HB X.

“Itu yang kita gandheng untuk memeriahkan acara. DIY menyumbang kegiatan Muhibah Budaya untuk memeriahkan Hari Jadi Purworejo.
Siapa saja yang mau membantu untuk kemajuan Purworejo akan kami terima dengan tangan terbuka,” tandasnya. (P24-Bayu)

Tinggalkan Balasan