Mendekam 7 Tahun di Nusakambangan Tak Membuat Gelen Kapok

oleh -
Gelen residivis Nusakambangan ditangkap karena mencuri.
Gelen residivis Nusakambangan ditangkap karena mencuri.

PURWOREJO, purworejo24.com – Seorang warga Kelurahan Semawung Daleman Kecamatan Kutoarjo, yang sering dipanggil Gelen berhasil diamankan pihak kepolisian. Pasalnya ia nekat menyatroni Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kutoarjo dan  menggasak sejumlah barang elektronik yang ada di kantor tersebut.

Kepada purworejo24.cm, Kapolsek Kutoarjo AKP Markotip menjelaskan bahwa warga tersebut bernama Pamuji atau akrab dipanggil dengan sebutan Gelen. Pamuji tertangkap setelah adanya laporan dari salah seorang pegawai kantor Balai Pertanian bahwa mereka kehilangan sejumlah barang.

“Diketahui pada hari Senin, 20 Januari 2020 kurang lebih pukul 07.00 Wib keadaan kantor sudah terbuka, dan barang‐barang yang ada di dalamnya sudah hilang,” katanya kepada purworejo24.com, Selasa (04/02/2020).

Gelen residivis Nusakambangan ditangkap karena mencuri.
Gelen residivis Nusakambangan ditangkap karena mencuri.

Akp Markotip menambahkan tersangka baru saja keluar dari Lapas Nusakambangan pada bulan Januari dan telah menjalani hukuman selama7 tahun di lapas tersebut.Tersangka berhasil menggasak barang-barang elektronik berupa 1 buah laptop, monitor, speaker aktif, sepasang tabung gas 3kg, sepatu dan pompa air.

“Motif tersangka melakukan tindak pidana tersebut adalah karena faktor ekonomi,” katanya.

Dalam melancarkan aksinya ia dibantu oleh salah seorang temannya yang saat ini juga sedang menjalani proses hukum karena terlibat tindak pidana lain di Kecamatan Butuh. Tidak banyak alat yang digunakan untuk membobol rumah ataupun instansi ia hanya butuh beberapa alat saja.

“Satu buah linggis kecil panjang, gergaji besi, obeng dan tang ini digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya,” katanya.

Akp Markotip menghimbau kepada masyarakat agar tidak meninggalkan barang-barang berharga yang terlalu banyak di rumah karena hal tersebut dapat memancing kejahatan dan juga sangat rawan akan keamanannya. Sementara itu akibat kejadian tersebut pihak korban mengalami kerugian material kurang lebih 9 juta rupiah.

“Berhati-hatilah jika meninggalkan barang dirumah. Tolong diperhatikan jangan (meninggalkan barang berharga) banyak-banyak” katanya. (P24-Bayu)