Desa Banyuasin Separe Dicanangkan sebagai Kampung Durian

oleh -
Peluncuran Kampung Durian di perbukitan dusun Gunung Asem Desa Banyuasin Separe, Purworejo. (26/12/2019)
Peluncuran Kampung Durian di perbukitan dusun Gunung Asem Desa Banyuasin Separe, Purworejo. (26/12/2019)

LOANO, purworejo24.com – Dusun Gunung Asem Desa Banyuasin Separe Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dirintis menjadi Kampung Durian. Adanya Kampung Durian diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Peluncuran dan pencanangan Kampung Durian ditandai dengan penanaman bibit pohon durian oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono SSos, bersama Forkopimcam Loano, pada Kamis (26/12/2019).  Kampung Durian dikelola oleh Kelompok Tani Anggas Mulyo.

“Desa melalui Kelompok Tani Anggas Mulyo mendapatkan bantuan bibit pohon durian ini dari DPPKP Kabupaten Purworejo. Melihat potensi yang ada, kita sepakat untuk menjadikan Dusun Gunung Asem ini Kampung Durian,” kata Kepala Desa Banyuasin Separe, Nur Ichsan.

Penanaman bibit pohon durian menandai peluncuran Kampung Durian di perbukitan dusun Gunung Asem Desa Banyuasin Separe, Purworejo. (26/12/2019)

Menurutnya, Kampung Durian menjadi salah satu inisiatif masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung program pemerintah daerah yakni pengembangan desa wisata. Pada tahap awal, lahan sekitar 4 hektare yang berada di kawasan perbukitan Dusun Gunung Asem akan ditanami sebanyak 400 batang pohon durian. “Setelah penanaman dan penggarapan lahan akan kita tindaklanjuti dengan perbaikan akses jalan, mulai dari jalan utama sampai ke atas area parkir. Lahan sudah siap dan direncanakan mulai dikerjakan tahun depan,” ujarnya.

Nur Ichsan mengakui bahwa keterbatasan air menjadi kendala utama budidaya pohon durian, khususnya saat musim kemarau. Karena itu, pihaknya berencana untuk mengajukan bantuan peralatan pengelolaan sumber air kepada dinas terkait.

“Di Gunung Asem ini belum ada sumber air yang mencukupi. Sumur bor atau embung bisa kita bangun di sini,” jelasnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Loano, Dwi Rahayu, menyebut varietas durian yang ditanam terdiri atas Musang King, Sinemang, dan Matahari. Selain Desa Banyuasin, Pemkab melalui DPPKP juga memberikan bantuan bibit serupa kepada 3 desa lain di Kecamatan Loano, yakni Desa Banyuasin Kembaran, Sedayu, dan Argosari.

“Untuk tahap awal ini akan dibantu proses produksi sampai tanaman berbuah, sekitar 4 tahun ke depan,” sebutnya.

Sementara itu, Wasit Diono mengapresiasi semangat Desa Banyuasin Separe untuk merintis Kampung Durian. Upaya ini menjadi potensi baru untuk menangkap peluang ekonomi mengingat Kecamatan Loano masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

“Tujuan budidaya ini untuk diambil produktivitasnya sehingga akan berujung pada nilai jual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalau sudah jadi, maka nanti akan jadi desa kunjungan wisata. Apalagi Loano ini daerah prioritas pengembangan,” ungkapnya.

Peluncuran Kampung Durian di perbukitan dusun Gunung Asem Desa Banyuasin Separe, Purworejo. (26/12/2019)

Wasit berharap, Kampung Durian di Banyuasin Separe memacu  desa-desa lain untuk memunculkan inovasi serupa. Di Kabupaten Purworejo, ada sekitar 7 desa yang telah menerima bantuan bibit dan masih terbuka bagi desa lain untuk mengajukan bantuan.

“Teman-teman PPL nanti bisa membantu membuatkan proposal. Namun, saya pesan juga kepada masyarakat dalam mengajukan bantuan, jenis tanaman harus disesuaikan dengan kondisi tanah, jangan sampai hanya ikut-ikutan desa lain,” pungkasnya. (P24-Drt)