Protes Proyek Pembangunan Desa, Warga Wonosari Blokir Jalan Utama Desa

oleh -333 views
Warga blokir jalan desa denganc ara menebang pohon yang ada di pinggir jalan.
Warga blokir jalan desa denganc ara menebang pohon yang ada di pinggir jalan.

KEMIRI, purworejo24.com – Puluhan warga Desa Wonosari Kecamatan Kemiri memblokir Jalan utama yang ada di desanya. Mereka menuntut agar Pemerintah Desa Wonosari dalam mengerjakan proyek desa memberdayakan warga sekitar dan tidak menggunakan kontraktor dari selain Desa Wonosari.

Purwantoro, salah satu warga menjelaskan, aksi warga ini disebabkan warga kecewa dengan pengerjaan proyek yang hanya melibatkan segelintir warga Wonosari. Anehnya dalam berbagai proyek yang ada di desa malah menggunakan tenaga dari luar Desa Wonosari.

“Protes atas pembangunan jalan yang tidak ada taludnya, pembangunan nya supaya talud dulu, sementara dari warga pembangunan yang sudah dimulai untuk dihentikan,” katanya kepada purworejo24.com saat usai aksi pada Kamis (26/12/2019).

Warga wonosari audiensi dengan pemerintah desa
Warga wonosari audiensi dengan pemerintah desa

Ia menambahkan, untuk proyek kali ini adalah pengerjaan jalan desa tanpa talud sepanjang ratusan meter. Material yang digunakan pun adalah material yang tidak dikelola oleh warga Desa Wonosari.

“600 an meter dan sebagian sudah dikerjakan di depan sana. Selama ini modelnya borongan mas dari pihak ketiga dari luar jadinya tahu-tahu beres lah,” katanya

Dalam aksi warga tersebut dilakukan penebangan pohon pinggir jalan raya. Pemotongn pohon tersebut diharapkan dapat menjadi pemotong suplai material dari luar sampai pengerjaan proyek dilakukan oleh warga lokal Wonosari.

“Papan proyek nya gak ada prasasti nya juga gak ada, RAB nya kita juga gak tahu,” ucapnya.

Warga lainnya Sugianto berharap apa yang warga lakukan ini nantinya dapat direspon oleh pemerintah desa. Sehingga kedepannya soal pemberdayaan ekonomi warga lokal serta transparansi desa dapat tercapai.

“Tadi tuntutan masyarakat sudah disetujui semua. Kita berharap ada perubahan di 2020 secara kontrol secara fisik dan lebih terbuka kepada msyarakat” ucapnya.

Sementra itu kepala Desa Wonosari, Sri Darwati saat dikonfirmasi mengatakan bahwa apa yang ia lakukan sudah sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang ada. Untuk persoalan tenaga kerja ia mengaku sudah sosialisasi.

“Sebenarnya kita sudah menjelaskan kepada mereka-mereka yang perwakilan masyarakat, BPD, RT/RW,” tandasnya. (P24-Byu)