Terjadi Gempa dan Erupsi Gunung Merapi, BPBD Imbau Warga Purworejo Tak Panik

oleh -7 views
Gempa bumi pada 14 Oktober 2019. (Sumber BMKG)
Gempa bumi pada 14 Oktober 2019. (Sumber BMKG)

PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam waktu dan tempat yang berdekatan terjadi dua kali gempa bumi di daerah Bantul dan Cilacap serta erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta. Kendati demikian masyarakat Purworejo diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.

Gempa bumi terjadi di wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa, pada Senin (14/10/2019), sekitar pukul 18.34 WIB, dengan kekuatan magnetudo 5.0. Gempa ini berdekatan waktu dan tempat dengan gempa sebelumnya yang menggoyang Bantul Yogyakarta pada pukul 16.31 WIB yang bermagnitudo 2,8 SR. Gempa Bantul juga berbarengan dengan erupsi Gunung Merapi Yogyakarta pada pukul 16.31 WIB. Awan panas tersebut menyembur dengan durasi 270 detik, dan menyebarkan abu vulkanik pada arah barat daya.

BPBD imbau warga Purworejo tak panik terjadinya gempa dan erupsi Gunung Merapi. (14/10/2019)
BPBD imbau warga Purworejo tak panik terjadinya gempa dan erupsi Gunung Merapi. (14/10/2019)

Mesti tidak berpotensi tsunami, Gempa yang terletak pada koordinat 8.38 LS dan 109.30 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 79 km arah Tenggara Kota Cilacap, Jawa Tengah pada kedalaman 75 km itu menimbulkan goncangan yang dirasakan hingga ke beberapa wilayah kabupaten selatan Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Purworejo.

Agar tak terjadi kepanikan yang berlebihan dan sebagai bentuk menepis isu-isu yang tak bertanggung jawab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, menghimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak panik jika terjadi gempa.

“Guncangan gempa bumi Senin malam ini dirasakan sampai di daerah Bantul, Kulonprogo, Kota Yogyakarta, Purworejo, Cilacap dan Kebumen (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Namun hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ungkap Kepala BPBD Purworejo, Sutrisno saat di konfirmasi purworejo24.com.

Sutrisno menghimbau kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg,” jelasnya.

BPBD juga berpesan, memasuki musim pancaroba sekarang ini, yaitu musim mendekati peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, banyak terjadi suhu iklim yang bisa berdampak pada kesehatan manusia.

“Bahwa musim pancaroba sekarang sudah mulai dirasakan. Malam hari terasa panas kemudian mendung mulai menggelayut. Biasanya badan kita kadang ada sedikit penurunan kondisi. Maka harus mempersiapkan diri dengan menjaga kondisi, menyiapkan obat ringan. Siang yang terik jangan sampai kurang minum, karena bisa terkena dehidrasi,” katanya.

Tak hanya pada informasi gempa, informasi abu vulkanik yang terjadi pada gunung Merapi baru baru ini juga menjadi perhatian bersama.

“Tidak ada laporan masuk soal abu vulkanik. Nampaknya tidak mengarah ke daerah Purworejo, dan masyarakat tidak mempercayai kabar yang tidak jelas sumbernya. Kontak BPBD agar didapatkan informasi yang valid,” tegasnya.

Menurut BPBD, sesuai perkiraan BKMG, musim hujan bakal terjadi pada pertengahan bulan November ini.

“Hujan menurut BMKG pertengahan Nopember ini. Paling cepat awal Nopember,” pungkasnya.(P24-Drt)