Hadapi Banjir Musim Penghujan, BPBD Siapkan Rencana Kontijensi

oleh -1 views
Evakuasi warga saat banjir di Purwodadi, April 2019.
Evakuasi warga saat banjir di Purwodadi, April 2019.

PURWOREJO, purworejo24.com – Mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir pada musim penghujan mendatang, BPBD Purworejo menggelar kegiatan penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Bencana Banjir 2019 di Kabupaten Purworejo. Hal ini dilakukan sebagai kesiapan Pemkab dalam menghadapi banjir pada musim penghujan mendatang.

Kegiatan ini dilaksanakan di komplek kantor BPBD Purworejo selama 4 hari yaitu pada Senin (23/9/2019) dan Selasa (24/9/2019) serta Senin (7/10/2019) dan Selasa (8/10/2019), diikuti oleh beberapa instansi terkait dari 5 kecamatan terdampak banjir di Purworejo, yaitu Bayan, Butuh, Purwodadi, Pituruh, dan Bagelen. Beberapa instasi yang ikut dalam pertemuan ini diantaranya dari Dinkes, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Kodim 0708, Polres Purworejo, Dinas PUPR, PMI, RAPI, ORARI, dan Dinas PSDA.

“Musim kemarau sekarang juga bahkan lebih maju, sehingga kekeringan melanda banyak desa. Karena banjir yang berubah intensitasnya maka Pemkab Purworejo mengambil inisiatif untuk mereview rencana kontinjensi banjir ini,” kata Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, Sutrisno, saat dikonfirmasi purworejo24.com, disela acara pada Selasa (24/9/2019).

Rapat penyusunan dokumen kontijensi bancana banjir. do kantor BPBD Purworejo (24/9/2019)
Rapat penyusunan dokumen kontijensi bancana banjir. do kantor BPBD Purworejo (24/9/2019)

Salah satu instrumen perencanaan untuk memastikan masa depan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko bencana adalah apa yang disebut dengan perencanaan kontijensi (contingency planning). Perencanaan kontinjensi merupakan salah satu dari berbagai rencana yang digunakan dalam siklus manajemen risiko

Dijelaskan, langkah langkah komitmen pemerintah kabupaten Purworejo guna menghadapi bencana banjir, diantaranya dengan melaksanakan kajian bencana banjir, menyusun peta bencana, baik peta resiko bencana, peta bahaya banjir, dan peta kerentanan banjir, lalu peta kapasitas banjir, memasang alat EWS banjir dan CCTV ditempat strategis, sosialisasi karakter banjir dan bahayanya serta menggelar simulasi mandiri dan gladi lapang.

“Selain itu kita juga membentuk Desa Tangguh Bencana Banjir (Destana), membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) banjir dan membentuk relawan desa. Untuk kabupaten Purworejo sendiri hingga saat ini belum ada pemasangan baru EWS banjir maupun CCTV. Adapun daerah paling rawan banjir adalah kecamatan Purwodadi dan Bagelen,” tegas Sutrisno.

Adapun tujuan dari kegiatan itu sendiri, lanjutnya, yaitu sebagai pedoman penanganan bencana banjir, khususnya yang diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Rencana ini menjadi pedoman tanggap darurat bencana yang cepat dan efektif, serta sebagai dasar mobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan yang mengambil peran dalam penyusunan rencana kontinjensi,” jelasnya.

Menurutnya, upaya penanggulangan bencana di daerah, perlu dimulai dengan adanya kebijakan daerah yang bertujuan menanggulangi bencana sesuai dengan peraturan yang ada. Strategi yang ditetapkan daerah dalam menanggulangi bencana, perlu disesuaikan dengan kondisi daerah. Operasi penanggulangan bencana perlu dipastikan efektif, efisien dan berkelanjutan.

“Dengan kegiatan itu, harapannya akan menghasilkan prosedur penanganan banjir yang lebih bagus, sehingga dapat diminimalisir resiko bagi masyarakat,” pungkasnya. (P24-Drt)

Tinggalkan Balasan