Bangun 10.000 Kandang, Koperasi UMKM Indonesia Ajak Warga Ngingu Domba

oleh -7.187 views
Lahan seluas 2 hektare yang akan dibangun Sentra Budidaya Domba di Purworejo Jawa Tengah.
Lahan seluas 2 hektare yang akan dibangun Sentra Budidaya Domba di Purworejo Jawa Tengah.

GEBANG, purworejo24.com – Guna memenuhi kebutuhan swasembada daging secara nasional serta untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, Koperasi UMKM Indonesia (KOIN) akan menjalin kemitraan bersama masyarakat Kabupaten Purworejo untuk membudidayakan domba. Koin menawarkan 10.000 kandang beserta 300 ribu ekor domba untuk dipelihara masyarakat dengan sistem kemitraan.

Sebagai langkah awal dalam Kemitraan itu, KOIN mendirikan 170 kandang domba di Desa Gebang Kecamatan Gebang, Purworejo Jawa Tengah. Pendirian kandang ditandai dengan acara doa bersama, dan pemotongan tumpeng. Hadir dalam acara itu pengurus KOIN, sejumlah kepala desa di Kecamatan Gebang serta ratusan warga calon mitra dari 16 kecamatan di Purworejo.

“Koperasi UMKM Indonesia (KOIN) ini adalah swasta, kita mendirikan usaha di Purworejo, yaitu bentuk kepedulian kami dari sejumlah orang-orang tertentu terhadap keprihatinan Purworejo, salah satunya terkait adanya informasi yang menyatakan bahwa Purworejo memiliki desa dan kelurahan miskin terbanyak se Indonesia. Ini bentuk upaya kami yaitu menjawab dan membantu masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan, dengan cara menjalin kemitraan, Ngingu bareng Domba,” ungkap Pembina Koperasi UMKM Indonesia (KOIN), Reban Mirmorejo, saat ditemui purworejo24.com, usai acara, jumat (2/8/2019).

Pemotongan tumpeng menandai dimulainya pembanguan Sentra Pusat Usaha Budidaya Domba Koperasi UMKM Indoensia di Gebang, Purworejo. (2/8/2019)
Pemotongan tumpeng menandai dimulainya pembangunan Sentra Budidaya Domba Koperasi UMKM Indonesia di Gebang, Purworejo. (2/8/2019)

Fasilitas di Desa Gebang ini akan dijadikan sentra pusat usaha budidaya domba. Selain kandang percontohan, di lokasi seluas 2 hektare ini dibangun fasilitas pembibitan, pengolahan pakan, edukasi pengembangan kambing domba bagi setiap mitra yang terjalin.

“Target di tahun 2019 ini kami akan mendirikan 5.000 kandang kambing. Kandang itu akan kami tawarkan kepada masyarakat calon mitra. Semua fasilitas baik kandang, bibit kambing serta pakan akan difasilitasi kami. Mitra hanya bekerja ngingu (memelihara) domba, dengan ketentuan hasil bagi atau sistim gaji yang telah ditentukan oleh KOIN,” lanjutnya.

Menurutnya, kemitraan itu tidak akan membuat rugi masyarakat, karena mitra masyarakat hanya menyediakan lahan untuk kandang penggemukan domba. Selebihnya seperti bibit domba, pakan, obat-obatan hingga pemasaran adalah tanggungan koperasi.

“Ini bentuk pola pemberdayaan koperasi dengan masyarakat. Sesuai dengan semangat koperasi yaitu bekerja bersama. Agar pola pemberdayaan masyarakat berhasil dan berkesinambungan maka ruh/semangat dari kemitraan KOIN adalah berbagi keuntungan. Sebenarnya ini adalah kemasan industri yang kami bangun dengan konsep dimitrakan kepada masyarakat,” jelasnya.

Koperasi UMKM Indonesia melakukan sosialisasi kemitraan budidaya domba.(2/8/2019)
Koperasi UMKM Indonesia melakukan sosialisasi kemitraan budidaya domba.(2/8/2019)

Direktur Budidaya pada Koperasi UMKM Indonesia, M Ismangil Antararusmara menambahkan, setelah  tahun 2019 ini sukses membangun 5000 kandang dengan jumlah 30 ekor domba per kandang, koperasi akan mengembangkan lagi dengan target 10 ribu kandang kambing di tahun 2020 nanti. Namun wilayah kemitraan akan diperluas hingga Kedu.

“Jika itu bisa terpenuhi maka target swasembada daging nasional nanti di tahun 2020 akan tercukupi,” ujarnya.

Dipilihnya kambing domba, lanjut Ismangil, daging domba hampir menyerupai daging sapi. Kambing termasuk dalam lean red meats atau daging merah dengan rendah lemak.

“Dengan pengembangan budidaya kambing domba ini, keinginan kami adalah untuk menggeser kebutuhan market sapi di pasaran yang saat ini ekspor dari luar negeri. Adapun pangsa pasar kambing domba, saat ini saja sehari sudah ada permintaan 300 ekor, jika pengembangan domba kedepan berhasil maka kebutuhan untuk pasar domistik akan terpenuhi, apalagi kami ada permintaan dari Timur Tengah,” ujarnya

Dikatakan, untuk saat ini Koperasi UMKM Indonesia masih akan fokus mengembangkan budidaya kambing domba di Purworejo. Dan akan menjadikan sentra budidaya kambing domba Gebang sebagai pilot project koperasi.

Sementara itu Kades Gebang, Janu Triawanto, menyambut positif upaya Koperasi UMKM Indonesia membangun kandang dan menjadikan Gebang sebagai sentra budidaya kambing domba. Dengan usaha itu diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan berimbas pada pendapatan keluarga di masyarakat.

“Nantinya akan saya ajak warga untuk bekerja disini, agar warga bisa memperoleh pekerjaan dan penghasilan,” harapnya. (P24-Drt)