Tolak Bantuan PKH, Umaiyah Pilih Bekerja Mandiri daripada Pura-pura Miskin

oleh -666 views

BENER, purworejo24.com – Pengunduran diri penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Purworejo terus bertambah. Kali ini  seorang warga Desa Kaliwader, Purworejo Jawa Tengah, memutuskan untuk menolak bantuan rutin keuangan dari Kementerian Sosial karena merasa sudah bisa mandiri.

Adalah Umaiyah (51), warga Dusun Krajan, RT 04 / RW 01 Desa Kaliwader Kecamatan Bener yang memutuskan menolak menerima bantuan PKH dan mengundurkan diri dari daftar penerima PKH. Saat purworejo24.com bertandang ke rumah Umaiyah, Jumat (26/7/2019), tumpukan rapi bambu-bambu terlihat di setiap sudut rumah. Tumpukan bilah kayu berukuran 2×3 cm juga tertata rapi di samping rumah di atas bambu.

Rumah sederhana Umaiyah
Rumah sederhana Umaiyah

Saat ini Umaiyah tinggal hanya bersama suaminya. Satu anaknya sudah berkeluarga, sedangkan satu anaknya masih menuntut ilmu di sebuah sekolah di Salatiga. Dan anak yang terakhir mondok di salah satu pondok pesantren di Purworejo. Umaiyah bersama suaminya menerima jasa pembuatan baki bambu yaitu wadah yang dibuat dari bambu dan kayu berbentuk persegi panjang. Baki ini digunakan sebagai tempat menaruh bibit-bibit tanaman, seperti tomat, cabai dan lain sebagainya.

Umaiyah sebenarnya sudah lama membuka jasa pembuatan baki. Namun, terkadang Umaiyah masih menjadi buruh lepas karena dari penghasilan dari pembuatan baki bambu dirasa kurang mencukupi. Keluarga itu masih dianggap miskin sehingga pada tahun 2014 lalu masuk menjadi salah satu penerima bantuan PKH dari Kementerian Sosial.

Berita lain: http://purworejo24.com/2019/07/23/belasan-warga-gowong-tolak-bantuan-pkh/

Bantuan PKH tersebut digunakan untuk keperluan sekolah dari anak-anak Umaiyah. Setelah sekian lama  mencairkan dana PKH, Umaiyah merasa tidak nyaman karena beberapa warga lain yang kondisi keuangannya dibawahnya, malah tidak mendapat bantuan. Hal tersebut membuat hatinya terketuk dan memutuskan untuk berhenti menerima bantuan PKH dan lebih giat bekerja sebagai pembuat baki bambu.

Meskipun penghasilan dari membuat baki bambu hanya bisa untuk membiayai kehidupan sehari-hari, Umaiyah merasa sudah cukup. Dia bahkan yakin bisa menyisihkan sedikit uang untuk menyelesaikan pendidikan anak-anaknya.

“Saya sudah putuskan mas untuk mundur mas dari PKH mas, gantian yang lain, soalnya saya lihat masih banyak yang ekonominya di bawah saya belum dapat PKH. Saya fokuskan untuk membuat baki saja. saya yakin dengan usaha ini dapat membiayai anak saya yang belum lulus,” ungkapnya.

Umaiyah mengatakan dia sangat berterimakasih kepada pemerintah selama ini karena merasa diperhatikan. Ia merasa miris ketika melihat ada masyarakat yang tidak mampu, tidak terdata sebagai penerima bantuan. Sementara yang terlihat mampu malah mendapatkannya. Umaiyah mempunyai prinsip apabila sudah bisa mandiri kenapa harus minta bantuan.

“Alhamdulillah mas selama ini dibantu pemerintah dan sekarang bisa mandiri, selama bisa mandiri kenapa minta-minta kan lebih memberi dan kasihan juga yang belum dapat tapi ekonominya dibawah saya. Tapi juga ada yang ekonominya mapan tapi masih dapat” ujarnya sambil berkelakar.

Yang pasti, Umaiyah selalu bersyukur karena masih diberi kemampuan untuk bekerja serta tidak menghianati nikmat Tuhan dalam artian sudah mampu ya mampu tidak mengaku-ngaku miskin dan mengharap bantuan dari pemerintah.(P24-Byu)