Tidak Layak Jalan, Pemkab Bakal Ganti Bentor Menjadi Bajaj

oleh -5 views
Kadinhub Purworejo, Agus Budi Supriyanto (membenarkan rencana pengalihan bentor ke bajaj.(23/7/2019)
Kadinhub Purworejo, Agus Budi Supriyanto (membenarkan rencana pengalihan bentor ke bajaj.(23/7/2019)

PURWOREJO, purworejo24.com – Keresahan para tukang becak motor (bentor) di wilayah Kabupaten Purworejo terkait isu rencana Pemerintah Kabupaten Purworejo mengalihkan angkutan bentor ke bajaj menuai titik terang. Pemkab Purworejo melalui Dinas Perhubungan membenarkan, jika dalam waktu tak lama lagi akan ada kebijakan pengalihan becak motor ke angkutan lain yaitu bajaj.

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Purworejo, Agus Budi Supriyanto, saat ditemui purworejo24.com, di kantornya pada selasa (23/7/2019), membenarkan pemkab memiliki rencana akan mengalihkan becak motor ke bajaj.

“Isu bajaj, sebenarnya publik harus terlayani dengan baik. Dan kami sudah melakukan studi banding ke Cilacap, bahwa bentor itu harus layak, dan bentor yang layak itu ya bentuknya seperti bajaj,” katanya.

Pengemudi becak dan bentor saat berkumpul membentuk paguyuban.(22/7/2019)
Pengemudi becak dan bentor saat berkumpul membentuk paguyuban.(22/7/2019)

Menurutnya, telah disampaikan berulang kali kepada para tukang bentor, bahwa kendaraan bentor akan dilakukan operasi oleh pihak berwajib, lantaran dianggap tidak layak jalan dan tidak memiliki Uji KIR.

“Setiap angkutan itu harusnya disertai dengan surat yang hanya dipunyai oleh kemenhub. Apalagi bentor belum memenuhi standar. Dari sisi keamanan, mampu melaju 40-50 km/jam, dari sisi teknis remnya akan sangat membahayakan penumpan,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, para tukang becak motor diharapkan untuk tidak resah dengan isu rencana pemerintah dalam mengalihkan becak ke bajaj.

“Tidak perlu resah, ini kan baru tahap sosialisasi. Diharapkan ada respon baik, suatu saat nanti semua kendaraan angkutan penumpang umum harus ada uji KIR. Supaya nyaman, ya harus sesuai dengan regulasi,” ujarnya.

Rencana pengalihan itu, lanjutnya telah disosialisasikan kepada para pengguna bentor, meski masih dalam taraf perwakilan namun cukup mendapat respon positif.

“Untuk pengadaan harus yang sudah berbadan hukum. Jadi anggota paguyuban bisa diutamakan untuk memiliki bajaj nanti, dan bajaj ini menjadi kendaraan roda tiga yang resmi,” terangnya.

Disebutkan di kabupaten Purworejo terdapat sekitar 460an pengemudi bentor yang nantinya akan diarahkan menjadi pengemudi bajaj.

“Ya ini kan masih akan kita matangkan dulu, nanti juga akan kami lakukan sosialisasi dengan mengundang Dinas perhubungan dan abang bentor yang telah beralih ke bajaj. Biar bisa cerita seperti apa dan bagaimana perbedaanya setelah beralih ke bajaj. Dan untuk prakteknya kami juga belum tahu, yang pasti cepat atau lambat pengalihan itu pasti akan dilakukan,” katanya.

Dinhub mengaku tidak akan melakukan tindakan baik dengan cara mengambil bentor atau menyita dan lain sebagainya. Dan masih akan membiarkan bentor beroperasi meski telah dialihkan ke bajaj.

“Kalau di Cilacap tidak boleh di jalan raya, hanya untuk perumahan dan pedesaan. Sebenarnya bentorpun juga sudah jalan, tapi biasanya masyarakat kalau ada jenis baru pasti akan pro dan kontra,” ujarnya. (P24-Drt)