Buntut Polemik Zonasi PPDB, Komisi X DPR RI Kunjungi Purworejo

oleh -7 views
Kunjungan Komisi X DPR RI
Kunjungan Komisi X DPR RI

PURWOREJO, purworejo24.com – Buntut dari polemik kebijakan PPDB dan zonasi, sejumlah anggota komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Purworejo, Jawa Tengah. Rombongan komisi X DPR RI ini pun mengundang semua kepala sekolah di Purworejo untuk berdialog serta  menyampaikan saran dan masukan sebagai evaluasi system PPDB yang dilaksanakan tahun 2019 ini.

Rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi X Djoko Udjianto bersama sejumlah staf Kemendikbud menyambangi Purworejo, Jumat (28/6/2019). Bertempat di pendopo Kabupaten Purworejo, mereka pun duduk bersama dengan ratusan kepala sekolah dan unsur terkait lain untuk membahas kebijakan PPDB 2019.

Komisi X DPR RI Komisi X DPR RI berdialog dengan ratusan kepala sekolah di Purworejo
Komisi X DPR RI Komisi X DPR RI berdialog dengan ratusan kepala sekolah di Purworejo

Ketua Komisi X Djoko Udjianto mengakui beberapa hal yang terjadi saat PPDB SMP di Purworejo menjadi pemberitaan di media masa dan menjadi perhatian Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, sejarah dan olahraga.

“Kedatangan Komisi X ke Purworejo untuk mengetahui permasalahan yang jelas sehubungan PPDB. Ini bukan kejadian yang biasa, jika kita biarkan dan tidak menemukan solusi yang baik ini menjadi masalah nasional,” jelas Djoko Udjianto.

Beberapa hal yang menjadi catatan diantaranya adalah masalah sarana prasaran yang ahrus seragam,tenaga pendidik yang emstinya harus distandarkan, anak-anak berprestasi harus  didukukkan, serta sekolah favorit bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang kurang peminat.  Komisi X juga mengapresiasi rencana Pemda Purworejo yang akan melakukan rotasi guru agar terjadi pemerataan mutu pendidikan.

“Banyak masukan-masukan baik sekolah negeri, swasta, madrasah baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK yang menghendaki zonasi ini betul ditata kembali baik menampung anak didik yang berprestasi maupun jarak tempuh saranan prasarana yang lebih terpenuhi. Kita banyak mendapatkan saran yang positif yang akan kita rapatkan dengan anggota Komisi X yang lain dan memberi masukan Kementerian agar kebijakan PPDB berjalan baik”. tambah Djoko Udjianto.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Urip Raharjo, menyatakan bahwa sistem zonasi yang telah diterapkan memang masih belum bisa diterima secara penuh oleh pihak sekolah terutama sekolah favorit. Jika memang harus diterapkan, sistem tersebut tetap harus mempertimbangkan NEM serta prestasi lain yang dimiliki siswa.

“Silahkan zonasi tetapi dengan pembobotan. Zonasi diterima dengan pembobotan nilai NEM.” ujar Urip .

Rotasi guru dengan dalih pemerataan prestasi, menurut Urip, justru akan menurunkan prestasi guru itu sendiri karena kadar saing menurun tidak seperti sebelumnya ketika mengajar di sekolah favorit.

“Rotasi guru untuk pemerataan akan sama saja, guru di sekolah favorit prestasinya semakin bersaing, tapi kalau di bawahnya akan mlempem,” kata Urip.(P24-hare)