Pendidikan

Demi Anaknya Masuk Sekolah Favorit, Puluhan Orang Tua Rela Tidur di Trotoar Depan SMPN 2

Purworejo, purworejo24.com – Sejak minggu petang puluhan orang tua calon siswa SMP Negeri 2 Purworejo rela mengantre dan bertekad tidak akan pulang dan akan menginap di depan SMP Negeri 2 Purworejo hingga senin pagi (17/06/2019) saat pendaftaran siswa SMP baru atau PPDB SMP N 2 Purworejo dibuka.

Puluhan orang tua dari 45 calon siswa SMPN 2 Purworejo ini bertekat tidak akan pergi meninggalkan depan SMPN 2 Purworejo demi memdapatkan urutan 45 pertama dalam PPDB  yang akan dibuka pada senin pagi (17/06/2019). Bahkan sebagian dari mereka sudah bersiap untuk menginap di atas trotoar dengan membawa tikar, sarung dan jaket tebal serta bekal makanan. Mereka bahkan sepakat membuat daftar urut antrean sesuai kedatangan para orang tua.

“Ini sedang antre pendaftaran zona utama siswa baru di SMPN 2 Purworejo. Kesepakatan orangtua calon siswa yang datang awal mendapat nomer urut lebih awal. Kemudian sampai kuota terpenuhiyaitu 45 orang. Di atas no urut 45, sesuai kesepakatan para orang tua disarankan ke zona 1” kata Bowo Santoso, warga Plasosan RT 1 RW 16 yang berniat mendaftarkan anaknya ke SMPN 2 Purworejo.

Demi anak perempuannya, Bowo mengaku akan bertahan di lokasi tersebut hingga pukul 08.00 WIB saat pendfataran resmi dibuka. Sesuai kesepakatan para orang tua, mereka tidak boleh meninggalkan lokasi depan sekolah. Yang pergi atau meninggalkan lokasi, namanya akan dicoret dari daftar dan boleh digantikan orang lain.

“Bertahan sampai pendaftaran dibuka, kemudian nanti yang antre adalah anak-anaknya. Orang tua hanya menunggu sampai besok pendaftaran yang resmi dimulai. Ya rencana bertahan sampai pagi,” tambah Bowo yang mendapat nomor urut 1.

Sementara itu Prastowo, salah seorang guru SMPN 2 Purworejo yang berada di lokasi menjelaskan bahwa ada aturan baru terkait PPDB SMP tahun ini yaitu aturan Zona Utama. SMPN 2 Purworejo tahun ini membuka pendaftaran untuk 225 siswa, 45 diantaranya merupakan zona utama.

“Zona utama memang mulai tahun ini. Jadi antrean itu sebanyak 45 pasti akan diterima. Jadi nem-nya tidak dilihat, yang dilihat KK-nya. Asal penduduk 3 kelurahan ini ya pasti diterima” ungkat Prastowo.

Sementara itu beberapa orang tua yang datang terlambat mengaku kecewa karena mereka tidak mendapat nomor antrean.

“Baru tahu, tadi barusan dapat informasi tapi telat. Terus ke SMP Negeri 4 juga sudah tutup. Pusing orang tuanya. Harapannya yang sportif aja. Buka jam 8 ya datang jam 8 ndak kaya gini” kata Fitri, warga Brenghkelan yang datang ke SMPN bersama anaknya. (P24/Nuh)

Baca juga : Sistem Zonasi Dinilai Rugikan Sekolah Favorit

Masuk Sekolah Favorit Tanpa Perlu Nilai tinggi, Pendaftar Zona Utama Merasa Diuntungkan

Tinggalkan Balasan